Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2015

30 / 31 Mei : Bertabur Rejeki

Halah, apa banget judulnya.
(Harap maklum, mungkin sedang lelah dalam menyambut uas bertepatan puasa xp)

Mungkin memang lagi hoki-nya saya, atau Tuhan yang memang begitu berbaik hati, atau memang apa yang saya lakukan pantas diberikan hadiah. Alhamdulillah pokoknya.


30 Mei : Novel dari GagasMedia

Rencananya, pada bulan Juni ini, GagasMedia akan menerbitkan dua novel baru dari seri Indonesiana. Novel seri Indonesiana adalah novel dengan setting tempat di Nusantara kita yang begitu kaya ini. Nah, GagasMedia akan membagikan empat novel dari seri Indonesiana melalui akun twitter @gagasmedia.

Sabtu, 30 Mei 2015

Keseruan LCOF GagasMedia


GagasMedia -salah satu penerbit mayor di Indonesia- kembali membuat gebrakan baru. Gebrakan itu diaktualisasikan lewat seri novel terbaru dengan tajuk Love Cycle, yang seri pertama dan keduanya akan segera ditebitkan.

Berawal dari ide bahwa cinta itu adalah sebuah siklus yang akan terus berulang.

  • Diawali dari Cinta Pertama yang membuat kita merasakan cinta pertama kali.
  • Kemudian PDKT yang kaya rasa, dari cemburu, deg-degan, hingga bahagia.
  • Selanjutnya Pacaran, ketika kita berusaha mengenal dan memahami satu sama lain.
  • Tiba-tiba kita Patah Hati, ketika harapan tidak sejalan dengan realitas.
  • Sehingga kita harus Move On, belajar untuk menerima dan memaafkan kesalahan.
  • Sampai akhirnya tiba pada Komitmen, tentang bagaimana kita mengikat janji selamanya.
Begitulah gambaran 6 novel seri Love Cycle yang akan terbit. Sebab perjalanan cinta adalah sebuah siklus.

Tentang Kita - Sepotong Kenangan di Kampung Arab


Seorang gadis terduduk lesu di selasar masjid. Ia menyandarkan tubuhnya yang lelah dan meluruskan kaki, sambil memeluk ransel bermotif bunga. Gadis itu menengok jam tangannya sekali lagi. 2.38 AM. Ia menggerutu ke sekian kalinya. Sudah hampir setengah jam ia duduk di situ, tentu saja sambil terus menggerutu dalam hati. Orang yang ditungguinya tak kunjung datang padahal lelah dan kantuk sudah menyergap tubuhnya sedari berjam-jam lalu.

Ia tak bisa tidur nyenyak di kereta. Penumpang yang ngobrol, benda jatuh, gesekan rel, dan ditambah lagi dengkuran teman duduknya, tidak membiarkannya tidur tenang. Sungguh perjalanan 12 jam yang melelahkan. Ia begitu lega mendengar pengumuman akan tiba sebentar lagi di Stasiun Pasar Turi, stasiun terakhir, stasiun tujuannya. Tidak sabar rasanya untuk membaringkan tubuh di kasur. Ia begitu bersemangat ketika turun dari kereta. Bahkan ia tak peduli lagi dengan desak penumpang dan beraneka aromanya. Begitu keluar dari stasiun ia langsung diserbu tukang ojek, supir angkot, juga supir taksi. Ia menolak dengan halus, berkata ia akan dijemput. Tapi ternyata si penjemput tak terlihat batang hidungnya. Maka di sinilah ia, di selasar masjid, menunggu.