Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2015

Tentang Kita - Sepotong Kenangan di Kampung Arab


Seorang gadis terduduk lesu di selasar masjid. Ia menyandarkan tubuhnya yang lelah dan meluruskan kaki, sambil memeluk ransel bermotif bunga. Gadis itu menengok jam tangannya sekali lagi. 2.38 AM. Ia menggerutu ke sekian kalinya. Sudah hampir setengah jam ia duduk di situ, tentu saja sambil terus menggerutu dalam hati. Orang yang ditungguinya tak kunjung datang padahal lelah dan kantuk sudah menyergap tubuhnya sedari berjam-jam lalu.

Ia tak bisa tidur nyenyak di kereta. Penumpang yang ngobrol, benda jatuh, gesekan rel, dan ditambah lagi dengkuran teman duduknya, tidak membiarkannya tidur tenang. Sungguh perjalanan 12 jam yang melelahkan. Ia begitu lega mendengar pengumuman akan tiba sebentar lagi di Stasiun Pasar Turi, stasiun terakhir, stasiun tujuannya. Tidak sabar rasanya untuk membaringkan tubuh di kasur. Ia begitu bersemangat ketika turun dari kereta. Bahkan ia tak peduli lagi dengan desak penumpang dan beraneka aromanya. Begitu keluar dari stasiun ia langsung diserbu tukang ojek, supir angkot, juga supir taksi. Ia menolak dengan halus, berkata ia akan dijemput. Tapi ternyata si penjemput tak terlihat batang hidungnya. Maka di sinilah ia, di selasar masjid, menunggu.

Senin, 13 Agustus 2012

Jingga di Eiffel Limboto


Minggu siang yang cukup terik di pertengahan tahun 2011. Hari ini adalah hari terakhir jatah liburan liburan saya. Besok saya harus kembali ke penjara suci (baca: asrama), MAN Insan Cendekia Gorontalo. Berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu sesuai dengan perintah Allah swt.
            Rencananya, hari ini saya hendak mengunjungi ikon masyarakat Limboto, Kabupaten Gorontalo, Menara Keagungan Limboto. Tak ada jenuh bertandang ke menara dengan enam lantai tersebut, walaupun hampir setiap hari saya lewat di bawahnya sebelum akhirnya saya memutuskan masuk sekolah berasrama.
            Dari rumah saya yang kira-kira berjarak 1 km dari Menara, saya mengendarai bentor. Bentor merupakan kependekkan dari becak dan motor. Alat transportasi umum di Gorontalo yang merupakan hasil modifikasi becak dan motor. Rasanya kurang lengkap berkunjung ke Gorontalo jika tidak mengendarai alat transportasi roda tiga ini. Cukup membayar Rp 2000 per orang.
           

Kamis, 23 Juni 2011

MASJID AGUNG BAITURRAHMAN

Saya lagi jalan-jalan keliling Limboto dan mampir ke masjid agung ini.
Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Agung Baiturrahman.
Letaknya di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Yuk, mari...


MENARA KEAGUNGAN LIMBOTO


Tepat disamping Masjid Agung Baiturrahman Limboto, menjulang indah Menara Keagungan Limboto.
Di bawah menara ini, ada sebuah taman kota :)

Foto ini saya ambil dari halaman Masjid Agung Baiturahman dengan latar Menara Keagungan Limboto. Cihuy... Eh, nyadar nggak di belakang saya ada dua pohon yang berdekatan. Bentuknya mirip hati..



BANTAYO POBOIDE


Inilah dia Bantayo Poboide...
Rumah ada Gorontalo, ranahku tercinta :)