Bukankah begitu?
Saat langkah pertama kita tanpa pegangan, yang lalu disambut riuh seisi rumah.
Kala pertama kali memakai seragam, masuk sekolah, dan bertemu dengan teman baru.
Waktu pertama kali jatuh cinta dan mulai merasa risih berdekatan dengan lawan jenis.
Ingatkah bagaimana rasanya? Deg-degan, tapi begitu
excited.
Kalau begitu, bukankah sebuah awal selalu menyenangkan?
Kita menemukan hal baru, mencoba, hingga tahu bagaimana rasanya. Memang kadang kala harus dilalui dengan kesan buruk, tapi selalu mendebarkan -dan debaran itulah yang membuatnya menyenangkan.
Saya ingat pertama kali mengenal jam. Dulu di rumah ada semacam jam mainan. Dasarnya papan hitam, dengan jarum jam merah yang bisa digerakkan sesuka hati. Aunty saya yang mengenalkan penunjuk waktu itu. Ia mengajari bagaimana posisi jarum ketika angka tepat 10.00 atau ketika 10.30 dan bahkan mengajari saya bahwa setiap jarak di antara jam bernilai 5 menit. Saya ingat betul bagaimana perasaan saya waktu itu. Beberapa kali ajaran dan saya akhirnya bisa membaca jam! Bahagianya tentu bukan main.