Minggu, 10 November 2013

One day...
Someone will walk into your life
and make you see why it
never worked out with anyone else.


for me, it was happened today

Rabu, 06 November 2013


Loving you was the second best thing I ever did..

Wanna know what was the first?
Finding YOU

Kamis, 08 Agustus 2013

Makasih, kamu :)

keeksisan gw di line play dimulai ketika gw lulus, gw lagi nunggu pengumuman, dan gw ga ada kerjaan *hahaha. sumpah, gw bosan total. gw ga tau mesti ngapain buat ngisi hari kosong gw. ga mungkin juga gw nonton tiap hari kan? bisa bobol tabungan gw. gw bukan tipe orang yang mau menguras tabungan cuma demi kesenangan sesaat.

fyi, gw hobi nulis. gw pengen banget jadi penulis. sialnya adalah... setelah 5 tahun berlalu sejak gw memutuskan ingin jadi penulis, gw baru bisa nelurin SATU antologi puisi (diterbitkan di penerbit indie) dan SATU cerpen (dimuat di majalah cerpen nasional). oke, ada sekitar lima buku (kalo gw ga salah hitung) yang diterbitkan juga. tapi itu antologi bersama (bareng penulis lain) dan bagi gw itu ga dihitung. gw ngerasa gagal gitu. harusnya gw udah bisa nelurin minimal dua atau tiga novel. makanya setelah lulus ini, gw pengen nulis yang rajin. gw memutuskan mengisi hari luang gw dengan nulis.

tapi ternyata gw ga bisa nulis sama sekali..

Sabtu, 27 April 2013

Operasi Jaring Merah (Pilo Poly)


Saya sedang online memantau facebook ketika menjelang tengah malam. Biasa, sindrom rutin saya tiap kali liburan :)
Dan saya menemukan puisi ini. Keren menurut saya. Saya suka sekali pemilihan diksinya. ^^

Let's cekidot!
Operasi Jaring Merah*
Pilo Poly

Ayah
jangan ke situ
ke ladang pembantaian
masih kucium anyir darah di sana
serta luka yang tak mengenal kita
apalagi sujud sujud ampun
yang kita usung

Apakah kau lihat
orang-orang berjubah negara
telah merampas hak-hak kita
pajak, kemerdekaan, dan kebebasan
adalah barang langka
yang tak pernah kita tahu
harumnya seperti apa

Puri Gading, 27/04/2013

Catatan: *kata lain Daerah Operasi Militer (DOM)
Bagaimana menurutmu? Keren kan?
Oh ya, pemilik puisi ini bisa kamu hubungi di facebook: Pilo Poly Cendolers

Cappucino, Frappe, and Black Coffe [Kuis Opening Media Grup Sakata.com]




Kita terbiasa bersama sejak kecil. Kita bukan lagi saling mengenal, kita saling memahami. Kita belajar, tertawa, mengamen, bahkan memaknai kehilangan bersama. Tapi kita sangat berbeda satu sama lain. Edo yang keras kepala dan pemberani, kamu yang baik hati tapi cuek, dan aku yang selalu kalian sebut anak manja.
            “Tapi kau yang paling penyayang di antara kami, Rin. Aku tahu itu saat kau memberikan nasimu pada kakek tua pengemis, padahal kau sendiri kelaparan,” kata Edo suatu kali.
            Aku penyayang? Mungkin karena aku tahu betul bagaimana rasanya sendiri, kehilangan, juga kelaparan. Tapi bukankah kamu dan Edo juga? Ah, pada dasarnya, kita memiliki sisi baik masing-masing.
            “Oi, yang benar saja? Sisi baik katamu, Rin? Kalau kau dan Niko aku masih percaya. Tapi Edo? Dia tidak punya sisi baik sama sekali. Aku tahu kau mencuri di kasku. Ah, aku saja yang sesekali membelikan gorengan kau khianati, apalagi orang lain,” celetuk Mang Is, penjaga WC umum di terminal.