Cerita sebelumnya di #NulisRandom2015 #3 : Selamat Pagi
*****
Bel panjang kedua hari ini baru saja berbunyi, tapi Emma tetap duduk di bangkunya. Tidak seperti teman-teman sekelasnya yang langsung berhamburan keluar, membuat Ibu Eva -guru matematikanya- hanya bisa geleng-geleng kepala. Sepertinya percuma memarahi anak-anak, mereka tidak akan mendengarkan karena kepala mereka sudah dipenuhi berbagai jajanan kantin, bermacam model mainan yang dijual abang bersepeda, atau mungkin permainan yang akan dimainkan di lapangan besar. Sehingga gurunya itu hanya memandang sebentar, lalu sibuk membereskan barangnya, dan pergi. Ke ruang guru atau mungkin ke kantin, mengisi perut.
Suasana kelas menjadi hening seketika. Tapi meski begitu, keriuhan teman-temannya masih bisa samar terdengar. Emma sedang mengerjakan PR Matematika yang tadi diberikan Ibu Eva. Ya, PR alias pekerjaan rumah. Tapi ia memilih mengerjakannya di sekolah. Biar nanti di rumah bisa main sepuasnya, pikirnya. Karena menurut Emma, main di rumah lebih seru, lebih puas karena waktunya lebih lama.
"Emma, aku mau ke kantin. Mau titip sesuatu?"
Karena Maha Karya-Nya terlampau indah untuk dilewatkan, maka aksara ini mengabadikannya
Kamis, 04 Juni 2015
Rabu, 03 Juni 2015
#NulisRandom2015 #3 : Selamat Pagi
Silahkan membaca bagian awal cerita ini di #NulisRandom2015 : Sebuah Prolog
Bagian keduanya di #NulisRandom2015 : Kebingungan Pertama
*****
Sinar mentari yang menyelinap diam-diam lewat kusen jendela, membelai wajah Emma dengan kehangatannya. Gadis itu sedang lelap, matanya bergerak sedikit sebelum akhirnya terbuka sempurna. Tangannya secara otomatis mencari keberadaan telpon genggamnya.
Pukul 06.35 AM. Emma menguap, meletakkan lagi telponnya, lalu menutup mata. Bersiap untuk kembali dalam buaian mimpi. Masih ada waktu sekitar dua jam, pikirnya. Ia tidur larut semalam, jadi tidak ada salahnya jika sekarang ia ingin memanjakan matanya. Lagipula kuliahnya hari ini baru akan dimulai pukul 09.20 AM.
Rasanya baru sebentar Emma tertidur, ketika dering telponnya tiba-tiba menyalak, mengagetkannya. Karena telpon itu berada di dekat kepalanya, dering itu jadi terasa begitu memekakkan telinga. Ia menggurutu. Harusnya tadi di-silent.
Selasa, 02 Juni 2015
#NulisRandom2015 #2 : Kebingungan Pertama
Silahkan membaca bagian awal cerita ini di #NulisRandom2015 #1 : Sebuah Prolog
*****
Mahesa Bagaskara masih bergumul dengan berkas-berkasnya ketika nasi goreng pesanannya tiba. Perutnya langsung bereaksi karenanya, menyenandungkan jerit kelaparan. Alih-alih mulai menyantap nasi gorengnya, ia malah semakin memfokuskan diri pada berkas-berkas di depannya. Ia harus menyelesaikan semuanya malam ini, tidak bisa besok. Sebab besok akan ada berkas-berkas lainnya yang akan berdatangan. Begitu pula besoknya dan besoknya lagi. Lima hari berturut-turut dan lima puluh berkas di setiap satu harinya. Total ada dua ratus lima puluh berkas. Fiuh! Angka yang cukup fantastis. Sebelumnya malah lebih banyak lagi. Ada tiga ratusan yang mendaftar dan timnya meloloskan dua ratus lima puluh saja. Sisanya kebanyakan gugur karena masalah sepele; tidak menyertakan foto, tidak melampirkan transkip nilai terakhir, atau tidak memberikan surat pengantar dari fakultas. Memang sepele, tapi baginya penting. Bagian-bagian sepele itu justru menunjukkan seberapa serius seseorang terhadap apa yang dilakukannya.
Ia akhirnya mendesah. Bukan karena jenuh atau lelah dengan berkas-berkas itu. Tapi karena perutnya yang tidak bisa diam.
Tidak bisakah bersabar sedikit lagi? Hanya tinggal beberapa, gerutunya.
Senin, 01 Juni 2015
30 / 31 Mei : Bertabur Rejeki
Halah, apa banget judulnya.
(Harap maklum, mungkin sedang lelah dalam menyambut uas bertepatan puasa xp)
Mungkin memang lagi hoki-nya saya, atau Tuhan yang memang begitu berbaik hati, atau memang apa yang saya lakukan pantas diberikan hadiah. Alhamdulillah pokoknya.
30 Mei : Novel dari GagasMedia
Rencananya, pada bulan Juni ini, GagasMedia akan menerbitkan dua novel baru dari seri Indonesiana. Novel seri Indonesiana adalah novel dengan setting tempat di Nusantara kita yang begitu kaya ini. Nah, GagasMedia akan membagikan empat novel dari seri Indonesiana melalui akun twitter @gagasmedia.
(Harap maklum, mungkin sedang lelah dalam menyambut uas bertepatan puasa xp)
Mungkin memang lagi hoki-nya saya, atau Tuhan yang memang begitu berbaik hati, atau memang apa yang saya lakukan pantas diberikan hadiah. Alhamdulillah pokoknya.
30 Mei : Novel dari GagasMedia
Rencananya, pada bulan Juni ini, GagasMedia akan menerbitkan dua novel baru dari seri Indonesiana. Novel seri Indonesiana adalah novel dengan setting tempat di Nusantara kita yang begitu kaya ini. Nah, GagasMedia akan membagikan empat novel dari seri Indonesiana melalui akun twitter @gagasmedia.
#NulisRandom2015 #1 : Sebuah Prolog
"Putri Emma Subagdja!"
Emma tersentak bangun. Astaga, sejak kapan ia tertidur di situ?
"Putri Emma Subagdja!" Namanya dipanggil kembali.
"I, iya," kata Emma patah-patah sambil melangkah ke meja registrasi. Dalam hati ia bertanya-tanya, seperti apa rupanya waktu tertidur tadi. Apakah ia ngiler? Sontak ia memegang wajahnya. Aman.. tidak ada bekas iler, pikirnya.
"Putri Emma Subagdja?" tanya laki-laki berjas almamater di depannya, memastikan.
Emma mengangguk. Lalu menempatkan diri di kursi plastik yang tersedia di depan meja registrasi -yang memisahkan ia dengan laki-laki berjas almamater itu-. Dari tempatnya, ia bisa melihat apa yang sedang dibaca oleh laki-laki itu. Daftar riwayat hidup. Semoga saja laki-laki itu tidak bertanya tentang dirinya, ia sedang malas menjelaskan.
Langganan:
Postingan (Atom)